Selamat membaca
Menceritakan Pengalaman Mengesankan
semoga bermanfaat

Kata-kata Bijak

Bukan cemerlangnya otak ataupun cepatnya berpikir yang menjadikan orang-orang besar memberi warna pada sejarah. Tetapi, karakter kuatlah yang membuat mereka tercatat sebagai orang-orang unggul dalam sejarah. (Hawari Aka)

About Me

My Photo

Proses untuk mencapai suatu titik kepuasan biasanya akan menuntut kesungguhan, ketekunan, dan kerja keras yang tak kandas oleh beratnya ujian.

Social Icons

Featured Posts

i5

Menceritakan Pengalaman Mengesankan

Seuntai kata sejuta rasa

Menceritakan Pengalaman Mengesankan


Pengertian Pengalaman Mengesankan

Pengalaman mengesankan dapat diartikan segala sesuatu yang pernah dialami seseorang dan merupakan suatu hal yang sangat mengesankan serta tidak mudah terlupakan. Pengalaman dapat berupa peristiwa yang menggembirakan, menyedihkan, menakutkan, atau memalukan.
Pokok-pokok pengalaman meliputi unsur 5W + 1 H (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa dan bagaimana)


Langkah-langkah menceritakan pengalaman mengesankan
  1. Pilihlah pengalaman yang menarik/mengesankan!
  2. Catatlah pokok-pokok pengalaman yang akan kamu ceritakan!
  3. Sampaikan cerita dengan menarik dan ekspresi yang tepat!
  4. Gunakan kalimat efektif dan mudah dipahami saat bercerita!
Setelah mengetahui langkah-langkah menceritakan pengalaman yang mengesankan, selanjutnya gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai penuntun untuk menceritakan pengalaman yang mengesankan!
  1. Apa latar belakang terjadinya peristiwa yang kamu alami?
  2. Kapan dan dimana peristiwa terjadi? Siapa saja yang telibat?
  3. Bagaimana perasaanmu saat itu?
  4. Peristiwa apa yang kamu alami, lihat, dengar, dan rasakan?
  5. Bagaimana urutan-urutannya?
  6. Bagaimana akhir peristiwa yang kamu alami?

Contoh Pengalaman Mengesankan
Ketika aku duduk di kelas 6 SD setahun yang lalu, aku mengalami sebuah peristiwa yang sampai saat ini sulit untuk kulupakan. Waktu itu aku disuruh oleh ayahku untuk membeli rokok bermerek jarum yang isinya enam belas batang. Karena aku kurang memperhatikan pesan ayah, maka sesampai di warung yang letaknya tak jauh dari rumah, yang teringat olehku hanyalah kata-kata jarum dan bilangan enam belas. Oleh sebab itu, dengan penuh keyakinan aku mengatakan kepada penjaga warung bahwa aku ingin membeli jarum sebanyak enam belas buah. Meskipun merasa agak heran, penjaga warung pun memenuhi permintaanku.
Jarum sebanyak enam belas buah yang baru saja aku beli dari warung itu langsung aku berikan kepada ayahku. Namun betapa terkejutnya ayah ketika menerima jarum dariku. Ayahpun langsung marah. Dengan kemarahan ayah itulah aku baru menyadari kekeliruanku.
Hingga saat ini peristiwa itu tak pernah kulupakan. Peristiwa itu kurasakan sebagai pengalamanku yang sangat mengesankan.

0 comments

Silahkan Beri Komentar Saudara...

Popular Posts

New Posts

Template Oleh trikmudahseo