Puisi adalah sebuah karya sastra yang indah dan memiliki kepadatan kata yang mendalam. Puisi dapat kita gunakan untuk membangkitkan pikiran dan jiwa seseorang sesuai harapan pengarangnya.
Berikut ini adalah kumpulan puisi-puisi tentang lingkungan dan alam yang menyentuh hati yang berasal dari beberapa sumber. Semoga puisi tentang lingkungan dan alam ini dapat digunakan sebagai perenungan atau motivasi diri sehingga dapat membawa nuansa diri untuk lebih mencintai alam, mencintai lingkungan, dan mencintai tanah air Indonesia. Amin.
Puisi 1
SUNGAI-KU
Desir angin dan merdu air mengalir
Nyanyian alam berirama
Tenang tentram penuh kedamaian
Lupakan sejenak penat di hati
Indah mempesona alam desa
Batu-batu kali menghias sungai
Tak pernah luka walau air terus menghujam
Berikan keindahan dalam harmoni
Bilakah kekuatan batu ada di dalam diri
Walau badai menghujam tetap berdiri
Tabah tawakal tak lupa diri
Jalankan hidup sampai di muara inti
Puisi 2
MATAHARI BUMI
Bumi penuh warna karena cahaya matahari
Gelap, hitam kelam tanpa warna tanpa matahari
Buatlah matahari agar selalu tersenyum
Seperti ayam yang selalu menyambut senyum matahari
Bumi ini gelap tanpa kehidupan bila matahari bersembunyi
Janji matahari kepada umat manusia
Untuk selalu tersenyum di waktu fajar
Terlelalap di waktu malam, dingin kelam
Matahari terseyum memberi warma pada bumi
Memberi kehidupan kepada semua mahluk
Cahaya matahari memberi makanan
Cahaya matahari memberi kehidupan
Matahari memancarkan cahaya
Memberi warna daam kehidupan
Hijau nya tanaman, birunya lautan
Bumi tersenyum bersama matahari
Puisi 3
HUTAN GUNDUL
Di hilir sungai di kaki gunung yang tidak permai lagi
Hutan telah gundul, burungpun tak dapat hidup lagi
Di kaki gunung yang sudah tidak subur lagi
Karena binatang hutan telah musnah tak ada pupuk lagi
Pohon tinggi tempat burung bertengger tak ada lagi
Semak belukar tempat binatang melata tak ada lagi
Manusia terlalu serakah memusnahkan segalanya
Alam membalas dan akan memusnahankan manusia
Saat tanah di bumi ini menjadi tandus
Karena tak ada lagi air yang tertahan akar
Tak akan ada lagi tumbuhan yang hidup
Tak akan ada lagi cadangan air di perut bumi
Saatnya alam memusnahkan manusia
Karena tak akan ada lagi kehidupan
Hutan yang gundul bumi yang kerontang
Tak layak lagi untuk manusia hidup
Puisi 4
ALAM SEMESTA
Memilah dan berkilah untuk bertahan hidup
Telah tersirat dalam suratan takdir di jagat
Tercatat dalam kelip cahaya bintang di langit
Pentangkan tangan pandanglah cakrawala
Tawa lebar matahari di pagi hari yang cerah
Di sambut tangis bumi dalam derasnya hujan
Angin berteriak dalam angin puting beliung
Bumi menari gempa mengguncang
Harmoni hidup alam semesta
Daratan berguncang oleh gempa
Di udara angin puting beliung berhembus
Di laut gelombang badai siap menerjang
Dimanakah manusia dapat bersembunyi
Bila alam menggumbar amarah
Gunung berapi di darat dan di laut
Siap mengadili dengan letusan dahyat
Puisi 5
MUSIM YANG TAK PASTI
Jangan harapkan musim berganti
Alam semesta telah di modifikasi
Dengan perhitungan yang pasti
Perubahan alam semesta telah diteliti
Jangan harapkan musim berganti
Semua nya adalah perhitungan untung dan rugi
Demi menumpuk harta dan materi
Memperkosa alam dengan ilmu pasti
Jangan harapkan musim berganti
Belalang telah mati dan diganti
Tikuspun sudah tak ada lagi
Banyak mahluk telah di basmi
Manusia hanya mengukur segala dalam materi
Walau harus memberantas hama sampai mati
Hanya demi keuntungan tak ada kata peduli
Untuk semua nafas mahluk hidup di bumi
Puisi 6
TAMAN BUNGA DI HALAMAN RUMAHKU
Kupu-kupu yang berwarna-warni terlihat beterbangan
Dengan riang
Hinggap dari satu kuncup bunga
Ke kuncup lainnya
Beberapa lebah juga nampak lalu lalang
Suaranya berdengung pelan
Dihisapnya rasa manis dari bunga-bunga yang beraneka rupa
Barisan bunga tertata rapi
Bunga mawar, bunga melati, bunga anggrek
Bunga sepatu
Itulah taman bunga di halaman rumahku
Yang dirawat oleh kami sekeluarga
Puisi 7
BADAI KEHIDUPAN
Badai begitu kuat menerjang hidup
Porak poranda tercerai berai
Bagai sinar pelita yang redup
Mencoba tetap menerangi
Berjalan seorang diri
Berkelana mencari hidup
Walau tiada yang pasti
Hati tetap berharap
Ingin kubangun kembali
Dari puing-puing kehancuran
Agar langkah menjadi pasti
Kembali hidup dan membangun
Bila badai berlalu
Kehidupan menjadi tenang
Kembali hidup bahu membahu
Biarlah semuanya terkenang
Puisi 8
INDONESIA BERDUKA
Banjir, banjir bandang dan badai
Longsor dan gempa bumi
Puting beliung dan badai
Bencana datang silih berganti
Ada apakah ibu pertiwi
Gelisah kah bumi ini
Air tanah udara dan api
Bersatu membuat ngeri
Indonesia ku sedang berduka
Hati ibu pertiwi yang terluka
Ulah segelintir manusia
Membawa duka nestapa
Ibu pertiwi yang sedang menangis
Airmata nya tercurah deras di bumi
Membuat derita dan sengsara
Angin berhembus membawa berita
Kepada tanah air, api berseru
Berita duka dalam angin dan badai
Ibu pertiwi hapuslah airmatamu
Janganlah engkau berduka
 
Puisi 9
BENCANA ALAM
Hening dalam sepinya malam, merenung
Manusia serakah yang tidak penah kenyang
Sawah, gunung dan hutan telah habis di tebang
Menguburkan cerita indahnya nusantara
Tanah tempat manusia berpijak dengan tenang
Telah porak poranda oleh ketidak adilan
Si miskin hanya dapat menggarap tanah sewa
Menyambung hidup hanya sekedar kenyang
Tanah yang terkoyak memanggil api langit
Tanah yang terkoyak memanggil angin
Tanah yang terkoyak memanggil air
Tanah air, api dan angin dengungkan angkara
Gempa dan longsor geliat tanag di bumi
Badai dan topan tarian angin kencang
Api dari langit menhanguskan segalanya
Banjir dan banjir di setiap sudut dunia
Adakah kesadaran manusia untuk bertobat
Sedikit waktu lagi bumi akan terkoyak
Bumi baru berwarna hijau dan biru
Tetesan darah di bumi segera di bersihkan
Puisi 10
INDONESIA HILANG INDAHNYA
Luhur agung ibu bumi, ibu pertiwi
Permata katulistiwa bumi nusantara
Tempat berkibar sang saka merah putih
Jajaran pulau Indonesia jaya sakti
Dilengkapi permata indah warna warni
Jajaran gunung berapi menghias nusantara
Tempat subur hutan tropis dengan segala satwa
Tempat bertarung manusia seluruh negri
Cantiknya ibu pertiwi memikat hati
Seluruh negri di jagat raya
Tipu daya penuh daya pikat
Membuat rakyat bumi pertiwi terbuai
Bagai ayam mati di lumbung padi
Rakyat menderita di atas kekayaan sejati
Tangis ibu pertiwi menyayat hati
Ulah segelintir manusia yang hilang hati
Demikian 10 Puisi Tentang Lingkungan dan Alam yang berasal dari beberapa sumber dan telah disunting seperlunya semoga dapat menginspirasi dan membawa menfaat untuk kita semua. Amin.
Comments